Tarawih Malam Ketujuh Dan Persoalan Ahli Kitab

Semalam saya mengelak menulis tentang rutin kami selepas tarawih. Saya tidak mahu menulis dalam keadaan bersedih atau marah. Anak-anak mengadu keletihan, saya pula tidak suka dengan perbuatan menyuruh-nyuruh. Cakap, buat. Tidak buat, fahamkan diri sendiri kerugiannya.

Semasa anak melakukan perkara yang kita tidak suka, atau tidak melakukan perkara yang kita suka, pada masa itu kena banyak self talk dan alihkan tenaga marah itu kepada sesuatu yang halal.

Saya bertarawih sendirian.

Ambil peluang baca panjang–panjang sampai habis satu juzuk. Sesuatu yang terpaksa dikompromi sebelum ini apabila mengutip hikmah bertarawih dengan anak-anak. Demikianlah hidup, win some, lose some.

“Terima kasih, Murad, solat dengan saya” bersalaman dengan imaginary kid saya bernama Murad.

Alhamdulillah malam ini mereka bersemangat kembali bertarawih.

Barulah terasa berbaloi masak ayam paprik semasa berbuka.

Oh my God, is it my turn tonight?” anak sulung saya panik. Teringatkan giliran tazkirah.

Not really. I’ll do it” saya menjawab.

Kami bersolat dengan banyak ayat al-Quran yang menyentuh perihal ahli kitab. Sesuailah dengan perbualan petang tadi semasa anak saya bertanya tentang peer review di dalam falsafah. Beliau sedang membuat diploma IB.

When we start moving from the ‘engineering’ of fiqh towards values, reason behind why something is prescribed by Allah, we are getting into philosophy in answering those questions. Look at how Allah concluded about wudhu’ (ablution) in surah al-Mā’idah verse 6:

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ – 5:6

It is not Allah’s Will to burden you, but to purify you and complete His favour upon you, so perhaps you will be grateful.

The wudhu’ is not just about wudhu’. The technicality, how Allah made it easy and practical, and it changed the whole concept of cleanliness and purity, the impact of wudhu’ on human civilisation was huge. In fact, it was the background how home toilet was developed and became a sign that the house was belong to a Muslim in the Andalusian era” saya bercerita.

I got your point” katanya, ringkas.

Saya berikan juga contoh, bagaimana wujudkan konsep, idea, pandangan alam, di sebalik sesuatu semudah mengawalkan berbuka dan melewatkan bersahur.

Daripada ‘Amr bin al-’Aas radhiyallahu ‘anhu, bahawa sesungguhnya Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب: أكلة السحر

“Pemisah di antara puasa kita dengan puasa Ahli Kitab adalah (kita ini) makan sahur” [Hadith Riwayat Muslim (1096)]

لا يزالُ الدِّينُ ظاهرًا ما عَجَّلَ النَّاسُ الفِطرَ؛ لأنَّ اليَهودَ والنَّصارى يُؤَخِّرونَ

رواه أبو داود (2353)، وابن ماجه (1698)، وأحمد (2/450) (9809)، وابن خزيمة (3/275)، وابن حبان (8/273) (3503)، والحاكم (1/596). قال الحاكم: صحيح على شرط مسلم ولم يخرجاه، وصحح إسناده النووي في ((المجموع)) (6/359)، وحسنه الألباني في ((صحيح سنن أبي داود)).

“Agama kita akan teguh nyata selama mana orang ramai menyegerakan berbuka puasa kerana sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani itu melewatkannya”

Rasulullah sallallāh ‘alayhi wa sallam sentiasa menekankan kepentingan Muslim membezakan dirinya daripada Yahudi dan Nasrani. Soal memakai stokin semasa solat, berpuasa tambahan sehari mengiringi 10 Muharram, dan macam-macam lagi.

Why? How?” si anak kebingungan.

Untuk memahami mengapa mengawalkan berbuka puasa dan melewatkan bersahur itu diangkat oleh Nabi sallallāh ‘alayhi wa sallam sebagai petanda umat berada di dalam keadaan baik atau buruk, kita perlu faham apakah pandangan Islam tentang punca berlakunya korupsi kepada kepercayaan dan amalan Yahudi serta Nasrani.

Ia adalah kerana sikap berlebih-lebihan.

Sikap yang merosakkan keberagamaan.

Melampau dalam beragama. Buat lebih daripada yang disuruh. Mengharamkan apa yang Allah halalkan. Akhirnya tidak boleh buat dan mengundang krisis. Secara spesifiknya Allah sebutkan di dalam surah Hud ayat 112.

Itu yang Allah tekankan di dalam ayat 87 surah al-Mā’idah yang dibaca semasa tarawih malamnya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ – 5:87

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu haramkan benda-benda yang baik-baik yang telah dihalalkan oleh Allah bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas (pada apa yang telah ditetapkan halalnya itu); kerana sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.

So, if you think that you’re too lazy to wake up for sahur, and you just ate something before bed, let say at 12, you woke up for fajr prayer and fast, Allah commanded you to fast between twilight (fajr) and sunset, but you added extra five hours, because you technically started fasting at 12 midnight. And if you think you’re not hungry or thirsty, so deliberately delay breaking your fast, then you exaggerate by adding another few more hours. It is not about you can handle it or not. It is about doing it exactly as how Allah commanded you to do. Do not overdo anything” saya menyambung penjelasan sambil menyediakan masakan berbuka puasa.

Tinggal di negeri asing, di lokasi yang jumlah umat Islam amat kecil, sudah hampir empat tahun saya memasak saban hari. Teringin apa pun, semua kena masak sendiri. Tak pandai pun, kena pandaikan diri.

Malam ini, kami membaca ayat-ayat tentang Ahli Kitab, sikap mereka, sebahagian beriman, manakala ramai yang menyalahi perintah Allah, namun, terselit keharusan memakan sembelihan Ahli Kitab dan lelaki Muslim mengahwini wanita Ahli Kitab.

Can you explain again?” si anak bertanya.

When Allah made their slaughter halal, the People of the Book were already from our point of view, deviated from the true teaching of Allah. Because if their religion was sound at that time, they were technically Muslims. You understand that?” saya menyoal.

Kami sudah pun pernah berbual mengenai hal ini sebelumnya.

Mereka mengangguk.

That is why when someone came to Ali bin Abi Talib r.a. and asked why Allah made their slaughter halal while they said so and so, Ali replied saying that Allah made their slaughter halal and Allah knows what they say (about the aqidah of Yahudi and Nasrani). So that is why, questioning if the Ahli Kitab today is genuinely Ahli Kitab because of what they believe, is out of context” saya menyudahkan penerangan.

Is that why it is permissible for us to eat the school food etc?” tanya anak yang seorang lagi.

True. Even when I was in Jordan, also when we lived in UK and Ireland, I already understood about this matter, but did not practice it since the source of halal is everywhere. And it is always halal the one we should prefer. But when we moved to Finland, especially here in Oulu, you guys know how hard it is to get halal meat and chicken. That is where we got into this. But when we travelled to Ireland, or even to Amsterdam, Brussel and even Vienna last winter, we ate halal because it was everywhere” saya menambah.

Ia sesuatu yang saya tidak pernah tulis secara jelas dan saya nasihatkan anak-anak supaya tidak berbual mengenai hal ini dengan kawan-kawan di Malaysia. Standard halal di Malaysia lain. Belum sempat kita memberi penjelasan, nanti ‘netizen’ membuat bising dan memetik macam-macam benda di luar konteks. Mereka tidak faham susah payah kita di sini bagaimana perjuangan kita menjaga hal seperti ini. Pengalaman melancong ke Eropah seminggu dua, bagai langit dengan bumi jika dibandingkan dengan kita yang memang hidup di sini, bersama 1001 kepayahan.

They argue for satisfaction. We argue for survival” saya merumus. Fed up dengan gelagat netizen.

Sudahnya, mereka jijik melihat kita.

But the most important thing is, when Allah said “O believers! Do not forbid the good things which Allah has made lawful for you, and do not transgress. Indeed, Allah does not like transgressors”, this also means whatever things that Allah actually forbids, they are harmful for us even we are not yet able to know in details about it” saya cuba menyudahkan perbualan.

Tekak sudah kering.

So, why we don’t eat pig? Can we say because it is harmful?” anak bertanya.

It’s hard. Because in reality, people might see something different. Those who eat pig live a healthy life, and those who eat sis kebab and nasi arab die from diabetis and all. Things got twisted. Basically, when we believe in Islam, we believe everything that Allah asks us to do, there are goodness in them, and what Allah forbids us, they are harmful, unnecessary or beyond what we need. We don’t eat pig because we submit our selves to Allah. Allah says so. Then, go and explore. Use science to discover. Pig is quite unique, their habit in natural life is not a good one. We saw how in Jeju Island in Korea, the black pigs grow by eating poop. It something some people agree and some people not. That is why, at the end, the reason why we don’t eat pig is because it is forbidden in our faith. And not only pig, but also donkey is prohibited for Muslims to eat. You know that?” saya bertanya.

Anak-anak mengangguk.

Yeah, does zebra considered haram too? Because they are technically donkeys?” si anak menambah masalah.

“Adoi, udah la. Penat” saya sudah malas hendak menyambung perbualan.

Orang sains pembelajaran kata, “cognitive overload!”

Hasrizal
Oulu Finland

Check Also

Memaknakan al-Quran Dengan ‘Asbab al-Nuzul’ Keluarga Masing-masing

“Assalāmualaikum wa rahmatullāh… assalāmualaikum wa rahmatullāh” saya memberi salam. “Tadi, Allah kata, Bani Israel akan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.